Mengenai Saya

Foto saya
seorang yg berharap jadi hamba yg benar" menghamba yg sejatimnya menghamba kepada yg berhak dihambai yg sekahendak dengan ilahi robbi amiennn.....

Minggu, 31 Juli 2011

artikel ramadhan 2 "Mereka yang Memperoleh dan yang Mengamalkan Lailatu Al-qodr"

Pengantar tulisan tentang mereka yang memperoleh dan yang mengamalkan lailatu al-qadr ini dimaksudkan agar warga jamaah Lil-Muqorrobin secara benar memahami kebenaran ajaran Wasithah. Supaya diterapkan ajaran Wasithah itu dengan benar dan ikhlas. Supaya tidak terjerumus kepada perbuatan fasik karena masih sangat mudah diperdaya oleh nafsu dan watak akunya.

Sumpah dan janji di hadapan Wasithah adalah semangatnya rasa jiwa hamba yang mencintai Tuhannya. Dan yang memperoleh izin (dari Allah) memahami maksud menerima lailatu al-qadr lalu dengan sungguh-sungguh mengamalkan, adalah hamba yang disucikan oleh Allah.

Karena itu dijelaskan :

1. Beruntung dan berbahagialah orang yang mensucikan dirinya dari kotoran-kotoran penyakit hati. Dan celakalah orang yang merasa suci (lalu semuci) karena diperbudak oleh wataknya nafsu, tergelincir ke lembah gelapnya kefasikan.

2. Belajar dan terus belajar bagaimana mengetrapkan Dawuh Guru (ajaran Wasithah) adalah sebuah keharusan bagi mereka yang benar-benar sadar sebagai murid.

3. Hindari cipta angan-angan yang menjadikan hati nurani, roh, dan rasa terbengkelai dalam kegelapan.

4. Dengan sesama murid (menyiapkan diri menjadi orang yang berkehendak bertemu Tuhan), bersatu padulah menjadi ”Bala Sirrullah”.

Siapa saja tidak berusaha dengan sebaik-baiknya memenuhi semua ini, dimungkinkan menerima vonis: ”suka kula pepisahan ing ndalem durakane”. Sama artinya menjadikan hakekat halal bihalal yang maknanya fitrah dengan fitrah, bersih dengan bersih, kosong (tidak ada sama sekali res-res) dengan kosong, hanya menjadi kemunafikan.

Semoga kita semua selalu memperoleh berberan, sawab, dan berkah pangestunya Wasithah. Amin.

Tanjung, 19 September 2009

Imam Gerakan Jamaah Lil-Muqorrobin,

KH. MUHAMMAD MUNAWWAR AFANDI



MEREKA YANG MEMPEROLEH DAN YANG MENGAMALKAN LAILATU AL-QADR


Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Nur Muhammad) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan al Ruh dengan izin Tuhannya mengatur segala urusan. Malam itu (Allah menyampaikan) salam sejahtera sampai terbitnya fajar.

Malam adalah gelap. Gambaran manusia yang hidupnya digelapkan oleh kepentingan-kepentingan nafsu dan watak akunya. Diberi kesempatan sekali saja di ujian dunia, yang sangat sebentar sekali dijalani 1), ternyata sama sekali tidak berkehendak bertemu dengan Kami karena lebih mengutamakan kesenangan kehidupan dunia dan merasa cukup dengan kehidupan dunia, maka Kami tetapkan menjadi ahli neraka dan Kami biarkan hidupnya bergelimang dengan kesesatannya. 2) Karena itu mereka sama sekali tidak mengetahui Al Haq (mengada-Nya Dzat Yang Maha Benar), itulah sebabnya mereka berpaling. 3)

Malam tersebut juga berarti bagi mereka yang pada ujung-ujung malam bangun beristighfar, bersalawat lalu melakukan qiyamu al lail khusus bagi mereka yang dimuliakan Allah (ditetapkan bakat menjadi kekasih-Nya karena telah memperoleh izin dari Guru yang hak dan sah mengenai mengadanya Nur Muhammad). Malam riyalat, riyadhah dan mujahadah. Lebih baik dari seribu bulan apabila dimengertikan (oleh Allah) maksud diturunkannya para malaikat-Nya dan al Ruh, dengan izin-Nya.

Di sela-sela kehidupan manusia yang hidupnya habis digelapkan oleh kepentingan-kepentingan nafsu dan watak akunya. Hidupnya habis diperbudak nafsu dan watak akunya, ada hamba Allah yang dimuliakan dengan memperoleh Nur-Nya. Yakni Nur Muhammad. Dengan izin-Nya memperoleh Ilmu mengenal dan mengetahui Cahaya Terpuji-Nya Dzatullah yang Mutlak Wujud-Nya. Yang Cahaya Terpuji-Nya dengan Dzat-Nya, kekal menyatu bagaikan kertas dan putihnya. Atau bagaikan sifat dan mausufnya. Atau bagaikan samudra dan ombaknya.

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan kepada rasul-Nya dan kepada Nur (Nur Muhammad) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 4)

Mengamalkannya

Bagi yang telah memperoleh izin (dari Allah) menerima Ilmu Nubuwah, ilmu yang menghadirkan (dengan cara bisikan) oleh yang berhak dan sah menunjuki mengenai Nur Muhammad = Wajhullah = Tauhid = al Ghayb di dalam rasa hati agar selalu diingat-ingat dan dihayati dan dijadikan tujuan tempat kembali, harus berusaha dengan sungguh-sungguh mengikuti jejak para malaikat-Nya Allah. Yakni sujud (= menghormati dan bahkan memberlakukan diri kal mayyiti dihadapan wakil-Nya Allah yang ada di bumi. Wakil-Nya Allah yang dikehendaki dengan petunjuk dan izin-Nya Allah agar Diri-Nya Yang Al Ghayb dan Mutlak Wujud-Nya itu seyakinnya dikenali dan diketahui hingga dengan sangat mudah selalu diingat-ingat dan dihayati di dalam rasa hati.

Wakil-Nya Allah di bumi yang pertama kali dengan tugas dan kewajiban seperti itu adalah Nabi Adam As. Akibat dari tidak mengikuti jejak para malaikat-Nya Allah, dengan sendirinya akan menjadi pengikut iblis yang menjadi pemimpinnya. Hal di atas dengan jelas difirmankan Allah dalam QS. Al Kahfi ayat 50. 5)

Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah golongan dari jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain dari pada Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Diri-Ku) bagi orang-orang yang zalim.

Mengikuti jejak para malaikat-Nya Allah sama artinya dengan berfungsinya hati nurani yang dibuat Allah dari cahaya-Nya. Sama dengan para malaikat yang dibuat juga dari cahaya. Hati nurani yang letaknya tepat ditengah-tengah dada, tandanya deg-deg, wujud lembut dibangsakan Al Ghayb karena sama-sama tidak bisa dilihat oleh mata kepala. Tetapi bukan Diri-Nya Dzatullah Yang Al Ghayb.

Perbuatan hati nurani ini selalu mengajak kepada yang baik. Perbuatan yang sejalan dengan kehendak Allah dan rasul-Nya. Yakni berjalan menuju kepada-Nya sehingga sampai dengan selamat. Sifatnya selalu mengetahui Ada dan Wujud-Nya Dzat Al Ghayb, Allah nama-Nya, Mutlak Wujud-Nya. Dekat sekali di dalam rasa hati. Karena itu sangat mudah dan sangat indah selalu diingat-ingat dan dihayati. Dzatnya hati nurani selalu muqabilatun ilallah. Senantiasa kumadep kepada Allah. Selalu siap sedia melaksanakan perintah Allah dan rasul-Nya meskipun kata nafsunya berat.

Di malam lailatu al qadr dengan izin Allah, menurunkan ruh. Yakni Ruh Ilaahi. Maksudnya mereka yang telah memperoleh izin menerima ilmu Nubuwah, karena ketekunan dan kesungguhannya menyadari bahwa ruh yang ada di dalam dirinya adalah ruh-Nya Ilaahi. Menyadari dan mengetahui bahwa dirinya (wujud jiwa raganya) oleh Allah diciptakan dari sesuatu yang hina. Sari pati air yang hina. Menjadi berharga, berpendengaran, berpenglihatan, berhati yang dijadikan bisa mengerti bahwa jiwa raganya yang ada nafasnya, ada daya dan kekuatannya, karena jasad yang dicipta Allah dari sesuatu yang hina itu ditiupkan ke dalamnya ruh-Nya. (Maksud QS. As Sajadah 8,9). 6)

Itu sebabnya mengapa ruh mempunyai kewajiban ngambah hakekat. Yakni belajar mengerti dan menyadari bahwa sesungguhnya Yang Bisa, yang Kuat, yang Pemilik segala, yang Eksis, yang Obah Osik bahkan Yang Wujud dan Yang Ada hanyalah Diri-Nya Ilaahi. Karena itu mengerjakan apapun dalam kerangka ibadah kepada Allah, dalam kerangka memenuhi perintah dan petunjuknya Guru Wasithah, aktif, dinamis, dan kreatif, tetapi sama sekali tidak akan berani ngaku.

Hal demikian semata-mata karena izin dari Allah, supaya mengatur segala urusan. Sehingga semua urusan yang dikerjakan selalu berada di dalam ridha-Nya Allah dan maghfirah-Nya. Mereka yang seperti inilah yang oleh Allah diucapkan salam sejahtera hingga terbitnya fajar. Terbitnya fajar membuktikan mati selamat yang dengan rasa bahagia bertemu dan kembali kepada Diri-Nya Ilaahi.

Dan apabila diberikan usia cukup panjang, terbitnya fajar adalah gumelarnya cita-citanya Guru Wasithah. Dan terbitnya fajar dijadikan (oleh Allah) mempunyai hati nurani, roh dan rasa yang terang dan padang di dalam mencintai Ada dan Wujud-Nya Dzat Al Ghayb Yang Mutlak Wujud-Nya. Sehingga hanya Dia yang selalu diingat-ingat dan dihayati di dalam rasa hati.

Oleh karena itu pandai-pandailah bersyukur kehadirat Allah Azza wa Jalla karena dimengertikan (oleh Allah) mengenai hakekat lailatu al qadr. Ungkapan syukur tersebut sebagaimana petunjuk di dalam sujud syukur. Sebab apabila tidak demikian, sama artinya dengan mengingkari. Maka azab Allah-lah yang pasti diterima.

Semoga kita semua selalu berada di dalam kehendak Allah dan petunjuk-Nya. Amien
"kutipan pondok sufi"

artikel ramadhan 2

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Puasa atau Bulan Ramadhan 1932 Hijriyah, diperkirakan 1 ramadhan 1432 H bertepatan dengan 1 Agustus 2011, dan finish pada tanggal 29 Agustus 2011. Nah ada trend baru muncul ketika bulan puasa, yakni SMS-an sama teman-teman, apalagi bila saat ini beberapa operator selular membuka program gratis sms, so pasti tambah asyik nantinya ber-SMS-an ria sama teman-teman

Bingung ngarang isi SMS di bulan puasa nanti?, nih saya kasih contekan SMS Bulan Puasa 2011, so pasti dibawah ini banyak tersedia SMS Bulan Puasa 2011, tinggal pilih mana suka :D .

Marhaban Ya Ramadhan 1432 H

Hidup ini hanya sebentar lagi
bentar marah,bentar ketawa
betar berduit,bentar boke
bentar senang,bentar susah
ooo ye…bentar lagi bulan puasa
met ramadhan…mohon maaf lahir bathin

Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa beningkan hati seperti XL,
Dapat berpikir luas seperti SIMPATI,
memberi maaf secara cuma2 seperti AS,
memberi banyak kesempatan seperti IM3,
murah senyum seperti JEMPOL,
& yang palingg penting kita dpt berpikir cerah seeprti MENTARI.
Sebelum cahaya Illahi dipadamkan,
sebelum langit runtuh,
sebelum pintu taubat ditutup,
sebelum malaikat menjemput,
sebelum ramadhan tiba,
maaf kalau ada perkataan yg menyinggung sampai telinga panas seperti ESIA..

Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Perkataan yg indah adlh “ALLAH”
Lagu yg merdu adlh “ADZAN”
Media yg terbaik adlh “AL QUR’AN”
Senam yg sehat adlh “SHALAT”
Diet yg sempurna adlh “PUASA”
Kebersihan yg menyegarkan adlh “WUDHU”
Perjalanan yg indah adlh “HAJI”
Khayalan yg baik adlh ingat akan “DOSA&TAUBAT”

Let’s join us for ‘RAMADHAN SALE
Diskon pnghapus dosa besar2an s/d 100% utk semua jns dosa
Tin9ktkn ibadah wajib, sunnah, perbnyk istigfar%shdaqah
Lebih heboh lg, ikuti DOOR PRIZE lailatul qadar
Slamat berpuasa maaf lahir batin

Nafaspun menjadi tasbih, tidurpun menjadi ibadah, amal diterima&doa2 dijabah
bagi orang yang shaum&rajin membaca Kitab-Nya di bulan ramadhan
Marhaban ya Ramadhan, maaf lahir dan bathin, selamat menjalankan ibadah PUASA

kekota jakarta hari selasa
pulang pergi naik kreta
s’hari lg kt puasa
mohon mf kalo ada salah kata…
Marhaban Ya Ramadhan :-)

Gersang bumi tanpa hujan..gersang akal tanpa ilmu,,gersang hati tanpa iman..gersang jiwa tanpa amal..
marhaban ya ramadhan…………….
selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin

Mpok rOGAYE Tibe2 kye
TeMen2 smUe Met puAse Yeee…….
Soto TumpAh Hrus dIelaPin
Klo aDa Slan Moon DimAAfin
ZiDan SukA DanDan
MarHaban Ya rAmaDhan,

Marhaban yang ramadhan..bln suci kembali tiba..saat tepat menyucikan diri dari segala dosa..tanpa basa basi mhn dimaafkan segala kesalahan

Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku… mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku… Maafkan segala kesalahan

Mengingat Kata yang Salah, Hati yang Berprasangka, janji yang terlupakan,Sikap & Sifat yang menyakitkan, di hari ini ijinkanlah ku juga mengucapkan mohon maaf LAHIR DAN BATHIN

Pelanggan yang terhormat. Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Gelap malamMU ku terjaga, karnaMU ku bergerak melangkah menuju mentariMU, kusambut pemberianMU (“Marhaba YA Ramadhan”), dangan harapan kudapat keridoanMU……..
Slama menunaikan Ibadah Puasa……

Sebelum HCl jadi basa, NaOH jadi asam, NaCl jadi manis n glukosa jadi asin, hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Marhaban Ya Ramadhan

Anak melayu mengail ikan, perahu berlabuh ditengah lautan, sambil menunggu datangnya ramdhan jari ku susun mohon ampunan, selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi semua umat muslim..

Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa….., ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari-hari itu.
agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan ….
mari kita sama-sama sucikan hati,diri,dan jiwa kita.
Marhaban Yaa Ramadhan……
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang sms ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin….

Bila hati saling terpaut rasa cinta terjalin indah
Bila salah & Khilaf telah terjadi maka Mohon Maaf
Lahir & Batin atas kesalahan,
“Marhaban Ya Ramadhan”
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh mahrifah

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang sms ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin….

Selamat memasuki Bukan penuh Pengampunan y#eaahhh :D

Jika hati ini seringkali jengkel,
Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh SIMPATI
Selamat Datang Bulan Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahi



Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan..
Ada raksasa beli pulsa..
Nga’ trasa dah mo puasa
Burung kakatua nemplok dijendela
jangan Lupa perbanyk pahala

Sahabat2g setanah air, marilah sama2 kita persiapkan diri menuju Bulan Penuh Rahmat Berkah AmPuNaN,,, Mari Saling Memaafkan Segala KesalaHaN dan KeKhiLaFan AgaR PenUh MaKnA dlm Menyemai Keiklasan, MeMuPuK KeSaBaRaN, MeNuMbUhKaN SeMaNgaT IbAdAH GuNa MeMeTiK “KEMENANGAN BESAR”…. Insy4JJ1.
MaRhAbAN ……………Ya…………..RaMaDhaN………..

Tak terasa satu tahun telah terlewat kan kini ia mengunjungi kita lagi Ramadhan Yamarhaban Bulan Penuh Berkah, Bulan Penuh Rahmad, Bulan Penuh Ampunan ……. Sungguh mualia Bulan Suci Rahmadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa …

Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan…
Mohon maaf lahir dan bathin…

Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.

Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta,.

Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U.

Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan..



Fajar ramadhan segera menghampiri dunia, selembar sutra menghapus noda, sebening embun penyejuk kalbu, sucikan hati bersihkan jiwa di bulan yang suci. selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H semoga amal kita diterima disisi Alllah SWT..Amiiin…

'dikutip dari sahabat pustakers'

artikel ramadhan 1

Dalam kesempatan Bulan Ramadhan ini, saya menyampaikan harapan pada segenap kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia, sebuah harapan yang tulus semoga Bulan Suci ini membawa kebaikan tak terhingga terutama kedamaian bagi para penganutnya. Begitu banyak kaum Muslimin, di Palestina, Chechnya, Kashmir, Turkestan Timur, Indonesia, dan negara-negara lain memasuki bulan ini dalam suasana kekerasan, konflik, dan perang. Keinginan satu-satunya dari orang-orang tak berdosa yang terjebak dalam kemiskinan, kelaparan dan wabah penyakit adalah dapat hidup di bawah naungan agama mereka, dalam atmosphere kedamaian dan stabilitas serta hidup dalam suasana aman tanpa gangguan.

Agar segala permasalahan yang muncul tersebut berakhir, segenap kaum Muslimin harus bersatu padu, melakukan usaha serius untuk menjadikan nilai-nilai Alquran tersampaikan dan membumi, dan bekerja sama membantu sedapat mungkin kaum Muslimin yang membutuhkan pertolongan. Bulan Ramadhan amatlah penting terutama ketika kerjasama dan saling bantu dikedepankan. Yang paling penting di sini adalah jangan berpikir bantuan seperti apa yang sebaiknya saya berikan? Akan tetapi bekerjalah dengan setulus hati. Yang tak boleh dilupakan adalah, bahwa Allah Tuhan Semesta Alam, yang akan menentukan keberhasilan segala upaya ini dan menerima doa orang-orang beriman yang setia kepada-Nya.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang berlimpah pahala, seperti digambarkan dalam Alquran yang diturunkan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia, di dalamnya juga terdapat malam yang memiliki nilai lebih baik dari pada seribu bulan, Lailatul Qadr (QS. Al Qadar:3). Selama Bulan Ramadhan, seluruh umat Muslimin di dunia menjalankan perintah puasa, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya pada mereka.

Dalam Surat Al-Baqarah, Allah menyatakan perihal Bulan Ramadhan sebagai berikut:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpusa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Menunaikan kewajiban berpuasa untuk mencapai ridha Allah adalah suatu bukti keimanan yang kuat, kesucian jiwa, keikhlashan hati, dan rasa takut kepada Allah. Puasa adalah suatu bentuk penyembahan khusus antara hamba dan Allah sebagai Tuhannya, karena hanya Allah yang mengetahui 'azam/niat seseorang, keikhlashan, kemurnian dan perhatiannya atas amalan yang halal dan yang haram, termasuk ketika seseorang menunaikan kewajiban ini. Tak seorangpun mengetahui apakah seseorang berpuasa untuk memberi kesan kepada orang-orang sekitarnya ataukah untuk maksud lain di luar tujuan suci yang utama. Orang yang berpuasa diberi imbalan sebagai amalan sesuai dengan apa yang ada dalam pandangan Allah.

Rasulullah memberi berita yang menggembirakan kepada umatnya dalam sebuah hadits: Sungguh! kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal kebaikan (amal sholeh)!

Allah menyampaikan kewajiban berpuasa ini dalam Alquran Surat Al Baqarah:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah [2]: 183)

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, salah satu alasan mengapa puasa diwajibkan adalah agar manusia bertakwa dan mampu menahan hawa nafsunya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah percaya (beriman) kepada Allah dengan hati tulus, mematuhi segala perintahnya dan menjauhi godaan hawa nafsunya. Dengan demikian, moralitas seseorang akan tumbuh baik seiring dengan waktu, keimanannya semakin mendalam, dan ketakutannya pada Allah makin kokoh.

Akan tetapi, satu hal penting bahwa keimanan yang suci, do'a yang tulus, dzikir pada Allah dan keinginan untuk mengekang hawa nafsu seharusnya tidak surut dengan berakhirnya bulan puasa. Seseorang dengan keimanan yang teguh memancarkan moralitas/semangat Ramadhan bahkan setiap saat dalam hidupnya. Allah telah membuat kewajiban berpuasa hanya pada saat tertentu, dan memerintahkan manusia untuk menjauhi hal yang terlarang/salah. Manusia harus menjauhi hal-hal terlarang sepanjang hidupnya, mendengarkan suara hati nurani, berusaha mendapatkan keridhaan Allah dan kembali hanya kepada-Nya. Inilah moralitas yang disenangi oleh Allah. Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan ibadah, doa dan dzikir pada Allah selama Bulan Ramadhan, dan menjauhi kebenaran yang tercantum dalam Alquran, sesaat setelah Bulan Suci ini berlalu, merupakan perbuatan yang dimurkai Allah. Hal ini dikarenakan pada Hari Pengadilan setiap orang akan diminta untuk menghitung seluruh amal perbuatannya, besar atau kecil, dan akan diganjar dengan ganjaran yang setimpal. Barang siapa bertakwa dan mendengarkan hati nuraninya akan selamat, dan barang siapa menolak dan membantah Allah akan mendapatkan adzab yang tiada akan pernah berakhir di neraka.

open our self

Dengan berkah dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh niat suci kang kahesti, luhur kang ginayuh, meskipun ternyata untuk itu rumpil margane akeh pengorbanane, gedhe cobane abot sanggane, adoh jero lembut tebane, sampurno wusanane (apabila dijalani dengan sabar tawakkal madep mantep tut wuri Guru (Wasithah).

Lahir adalah ayang-ayang batin.

Apabila yang menguasai batin itu nafsu dan watak akunya, penuh dengan bisikan-bisikan jahat dari bangsa jin dan bangsa manusia yang bersembunyi di dalam dada (QS An Naas), hati nurani roh dan rasanya dikerumuni syaitan, pasti tidak bisa melihat para Malaikat-Nya Allah yang ada di langit. (Laula annasysyayatina yahumuna qulubi ibni Adam layandzuruu ila malakutissamaa’, sabda Junjungan Nabi Muhammad SAW).

Iblis makhluk dari golongan jin. Karena itu mendurhakai perintah Tuhannya. Dengan terang-terangan menentang perintah Allah supaya sujud kepada wakil-Nya yang selalu mengada di bumi-Nya. Manusia yang wujud jiwa raganya dibuat Allah dari setetes mani, ternyata tiba-tiba hanyalah menjadi penentang yang terang-terangan seperti halnya iblis.

Bisikan-bisikan kejahatan yang dimaksud adalah upaya kerasnya jin, syaitan, iblis, dan manusia agar satupun manusia di bumi Allah jangan ada yang mau sujud kepada wakil-Nya.

Dan berhasil dengan gemilang. Karena itu sekiranya tidak ditarik oleh fadhal dan rahmat Allah yang pasti manusia mengikut langkah-langkah syaitan, kecuali sedikit.

Karena itulah Allah membuat dan menjadikan adanya wakil yang mewakili Diri-Nya Yang Al Ghaib untuk menyampaikan ilmu mengenai Ada dan Wujud Diri-Nya Yang Al-Ghaib agar secara nyata dan yakin diketahui, mudah diingat-ingat, diinjen-injen dan dijadikan tujuan tempat kembali.

Dan kepada yang dikehendaki Allah memperoleh izin menerima Ilmu ini, dijadikan rela mentaati wakil-Nya Allah untuk dibersihkan dari semua bisikan-bisikan kejahatan yang biasa bersembunyi di dalam dadanya, supaya hati nurani roh dan rasanya benar-benar menjadi berfungsi. Sama artinya dengan rela mengikuti langkah-langkah para Malaikat-Nya Allah.

Untuk itu maka bersandar Guru yang hak dan sah ini, adalah pedoman dan kunci. Apabila tidak, maka akan ucul digelandang dan diseret oleh wadyabalanya iblis ke tempat mereka.

Telah Ada Petunjuk

Selaku imam saya telah menerima petunjuk bahwa yang empunya cita-cita atas kehendak Allah menyampaikan dawuh dengan katanya bahwa aku sekarang ini telah kundur. Karena itu agar siap-siap melaksanakan kewajiban nata negara. Dan yang ditata adalah bagaimana supaya oleh Allah dibentuk dengan Ilmu Nubuwah ini nyata-nyata menjadi hamba yang merdeka sejati dan sempurna. Proses terbentuknya sebagaimana yang saya jelaskan di atas. Ini adalah sebuah ihtiar. Tercapainya sangat tergantung kepada niatnya masing-masing. Adakah niatnya hijrah kepada Allah dan rasul-Nya ataukah tetap menjadi penuhan nafsu dan watak akunya. Uruk-uruk nasibe dewe-dewe.

Kepada Pengurus Jamaah

Pengurus jamaah, disamping manambah lakon pitukonnya sendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga sampai, adalah juga kepanjangan tangan Imam di tempatnya masing-masing yang selalu berada ditengah-tengah warga jamaahnya.

Karena kepanjangan tangannya Imam, maka jihadunnafsinya harus sungguh-sungguh. Apabila tidak akan sangat mudah diseret nafsu dan watak akunya sendiri.

Apapun yang disampaikan Imam kepada semua warganya adalah murni kehendak Allah, Izin-Nya, dan petunjuk-Nya. Kemudian apabila pengurus yang menjadi kepanjangan tangan Imam ini dalam menata kebersamaan warganya menggunakan pendapatnya sendiri, nggugu benere dewe, ngendel-ngendelake wicarane dewe, sama sekali tidak mau bersandar kepada Imam dan ajarannya, sama artinya dengan menjadi racun. Sama saja dengan menawar-nawarkan dirinya supaya disesatkan oleh syaitan.

Dari masukan yang saya terima, ternyata masih ada saja pengurus jamaah yang oleh karena masih kuatnya nafsu yang menguasainya, melecehkan, ngentahi, drengki srei, anggep, ngendelake akune, dengan gampangnya melanggar sumpah dan janji, bahkan ada yang sampai memperalat Guru untuk kepentingan-kepentingannya. Setelah bersedia menerima janji dihadapan Guru, diingatkan sing ngati-ati lan waspada, lenyap dari perhatiannya.

Oleh karena itu kepada kita semua yang dengan petunjuk Allah telah yakin, nyata dan benar bahwa benarnya beriman kepada Allah itu ma’rifatun wa tashdiqun, selalu mohon kehadirat Allah agar kita semua senantiasa memperoleh berberan, sawab, dan berkah pangestunya Wasithah. Amin.

tipz : Cara Cepat 'Save Image' Semua Foto di Album Facebook

Cara Cepat 'Save Image' Semua Foto di Album Facebook
Bagi kamu yang sering mengambil foto atau "Save Image As" di album foto Facebook punya teman kamu maupun punya kamu sendiri, mungkin kamu akan membuka satu persatu foto di dalam album tersebut lalu 'Klik Kanan' > 'Save Image As' dan foto tersebut akan tersimpan di hardisk kamu.

Kini, anda tidak perlu repot-repot melakukan langkah itu, karena Mozilla Firefox telah menyediakan Add-Ons yang bernama PhotoJacker (Facebook Photo Album Downloader) untuk mendownload semua foto-foto dalam 1 album dengan hanya 'Klik Kanan' > Pilih 'Download Album with PhotoJacker' pada judul albumnya.

Update: PhotoJacker adalah nama baru dari facePAD, jadi gambar di tutorial ini masih menggunakan facePAD. Namun, cara penggunaan masih sama.

1. Install Add-Ons FacePAD pada Firefox anda. > Click Here for Add to Firefox

2. Restart Firefox kamu, setelah muncul kembali, masuk ke Facebook kamu.

3. Masuk ke album foto teman kamu, lalu 'klik kanan' pada judul album dan pilih 'Download Album with PhotoJacker'


4. Dan klik OK pada perintah yang muncul


5. PhotoJacker akan men-direct tempat penyimpanan file foto yang sudah di ambil. Selesai.

Catatan:
Jika dalam satu album hanya sebagian saja yang ingin anda ambil, menurut saya download saja semuanya dulu, setelah itu baru anda sortir kembali foto mana saja yang dibutuhkan.

Sabtu, 30 Juli 2011

kutipan dari pondok sufi

Ada dua hal besar yang mencuat di bumi manusia pada akhir zaman ini. Yang pertama tentang bencana alam yang diperkirakan susul menyusul dengan skala besar dan lebih dahsyat. Yang kedua tulisan yang muncul di koran-koran tentang ucapan Asma binti Abu Bakar ketika memberi petunjuk kepada Abdullah bin Zuber, puteranya ketika menghadapi ancaman dalam peperangan yang kemudian ternyata memang dibunuh dan dipenggal kepalanya oleh Hajaj bin Yusuf, kemudian diberikan kepada penguasa Bani Umaiyah sebagai hadiah. Ucapan Asma binti Abu Bakar tersebut kemudian menjadi jargon atau slogan pembangkit militansi bagi mereka yang mengakunya Islam. Pembangkit militansi garis keras itu adalah : Isy kariman au mut syahidan. Hiduplah yang mulia atau matilah mati syahid.

Adalah garis keras yang sama sekali tidak peduli terhadap nilai-nilai mengadanya kebenaran Hak Mutlak-Nya Allah Swt. Menjadi pembangkit militansi nafsu manusia bagaimana supaya hidupnya di dunia mulia dengan kekuasaan, mukti wibawa dan kajen keringan. Dan apabila hal tersebut tidak bisa diperoleh, maka mati konyol antara lain dengan melakukan bom bunuh diri, menteror dan segala macamnya, harus dilakukan. Hal yang mereka kira matinya mati syahid.

Karena itu ucapan Asma binti Abu Bakar tersebut akan saya lengkapi dan saya sempurnakan dengan ungkapan yang sejalan dengan kehendak Allah. Searah dengan nilai-nilai mengadanya kebenaran Hak Mutlak-Nya Allah Swt. Yaitu: Isy kariman ’indallah wa mut syahidan. Bukan au mut syahidan.

Hamba yang dimuliakan dihadapan Allah adalah siapa yang paling bertaqwa kepada-Nya. Hamba demikian, dengan ditarik fadhal dan rahmat Allah, matinya dijadikan mati syahid. Sewaktu-waktu mati yang akan dirasakan adalah seyakinnya merasakan indahnya mati menyaksikan Ada dan Wujud-Nya Dzatullah Yang Al Ghayb. Kemudian dengan pertolongan Allah yang menyaksikan itu masuk (pulang kembali) kepada Diri-Nya Ilaahi. Fitrah jati dirinya kembali menyatu dengan tempat asalnya, yakni Fitrah-Nya Allah Swt. Sebagaimana maksud firman-Nya QS. Al Qomar ayat 54 dan 55: Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu (merasakan betapa indahnya, betapa bahagianya, betapa tentramnya berada) di taman-taman dan sungai-sungai (gambaran rasa yang sejuk dan damai) di dalam tempat yang benar di sisinya Dzat Yang menjadi Rajanya dan Berkuasa.

Allah Azza wa Jalla menurunkan kalimat dengan firman-Nya bagi hamba-Nya yang memohon kepada-Nya agar dimasukkan ke dalam orang-orang yang menjadi saksi mengenai Ada dan Wujud Diri-Nya Ilaahi Dzat Yang sangat dekat sekali lalu dengan selamat dan dengan rasa bahagia pulang kembali kepada-Nya, QS. Ali Imran ayat 53. Di dalam ayat tersebut Allah memberikan petunjuk bahwa supaya dijadikan orang-orang yang menjadi saksi harus beriman kepada apa yang telah Allah turunkan, kemudian telah menjadi pengikut (itba’) kepada rasul, barulah pantas memohon agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (yang seyakinnya merasakan nyata, jelas, dan pasti mengenai Ada dan Wujud-Nya Dzat Diri-Nya Yang Al-Ghayb dan mutlak Wujud-Nya itu).

Dan yang telah diturunkan Allah adalah al Kitab, al Hikmah dan an Nubuwah. Merupakan satu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Apabila tiga hal satu paket yang telah diturunkan Allah ini diingkari, dikufuri, didustakan, oleh Allah pasti diserahkan kepada kaum yang sama sekali tidak akan mengingkari (QS. Al An’am: 89). Dan diperintahkan oleh Allah yang harus diimani adalah An Nur yang telah diturunkan (QS. At Taghabun: 8). An Nuur adalah Wajhullah = Fitratallah = Kalimatan Baqiyyatan = Al Ghayb = Intinya Wahyu = Tauhid (mengenai Ada dan Wujud satu-satuNya Dzat Yang Mutlak Wujud-Nya, dekat sekali di dalam rasa hati. Senantiasa menyertai dan meliputi hamba-Nya. Sangat mudah dan sangat indah selalu diingat-ingat dan dihayati. Tempat asal fitrah manusia atau benih gaib sucinya manusia dicipta oleh Allah dan tempat tujuan pulang kembali kepada-Nya). Adalah Ilmu-Nya Allah mengenai Ada dan Wujud Dzat-Nya. Dan hanya diperoleh dengan izin dan petunjuk-Nya dari yang berhak dan sah menunjuki. Dan inilah yang sangat ditentang dan dibenci habis-habisan oleh iblis. Sebab bagi iblis hamba Allah ini satu saja yang dijadikan selamat matinya (kembali kepada-Nya) sudah terlalu banyak. Penentangan iblis ini disokong oleh nafsu manusia yang wujudnya adalah wujudnya jiwa raga manusia yang dicipta Allah dari setetes mani akan tetapi ternyata menjadi penentang yang terang-terangan (terhadap kehendak Allah dan petunjuk-Nya). (QS. Yasin 77).

Karena itu kehendak Allah dan petunjuk-Nya untuk menjadikan hamba-Nya mulia disisi-Nya, dijadikan hamba yang bertaqwanya benar-benar bertaqwa kepada-Nya juga ditentang habis-habisan. Kitabullah yang tidak ada keraguan di dalamnya, yakin dan pasti mengenai Hak Mutlak-Nya yang nyata terasa di dalam rasa, ditentang, dimusuhi, didustakan, dan bahkan dibenci dengan kesombongan yang sengit.

Kitabullah yang tidak ada keraguan di dalamnya sebagai petunjuk kepada muttaqin. Dan muttakin itu adalah orang-orang yang beriman (seyakinnya mengetahui) Ada dan Wujud-Nya Dzatullah Yang Al-Ghayb supaya shalatnya berdiri dengan khusyuk. Supaya menyadari bahwa rezeki yang diperoleh dengan memeras keringat itu adalah milik-Nya Allah sehingga dengan rela dijadikan pancatan yang kokoh pulang kepada-Nya. Dijadikan oleh Allah beriman pula kepada yang telah Dia turunkan berupa al Kitab, al Hikmah, dan an Nubuwah serta Nuur (Nur Muhammad) sehingga dengan kehidupan akherat seyakinnya dapat dirasakan dengan jelas, nyata, gamblang dan terang meski masih berada di dunia, yakni mengingat-ingat dan menghayati Isi-Nya Huw, lalu ditetapkan Allah menjadi orang yang selalu memperoleh hidayah-Nya, menjadi bahagia sejati, beruntung dan menang (dapat mengalahkan nafsu dan watak akunya), sebagaimana maksud firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 2 – 5, semua itu ditentang habis-habisan oleh iblis yang dengan sungguh-sungguh disokong oleh nafsu manusia dan watak akunya.

Hal besar yang sekarang sedang terjadi susul menyusul adalah berbagai bencana. Di dalam QS. Faathir ayat 42 dan 43. Bahwa terjadinya berbagai bencana berupa azab Allah yang susul menyusul, makin besar dan makin dahsat, adalah ”sunnatu al awwalin”. Sunnah Allah sebagaimana diturunkan Allah kepada umat-umat terdahulu berupa azab dan siksa dikarenakan mendustakan rasul dan ajarannya. Padahal mereka bersumpah dengan sekuat-kuat sumpah demi Allah apabila didatangkan seorang pemberi peringatan akan menjadi umat yang lebih baik dari umat-umat yang lain. Akan tetapi setelah benar-benar datang sang pemberi peringatan yang diharap-harap itu, tidak menambah apa-apa kecuali makin juahnya mereka dari kebenaran ajaran Allah dan rasul-Nya, karena kesombongan mereka di muka bumi dan karena rencana mereka yang jahat (dengan tuduhan mengada-ada yang seharusnya menurut mereka harus disingkirkan dan dihabisi). Yang mereka nanti-nanti tidak ada lain adalah sunnatu al awwalin.

Padahal berdasar petunjuk Allah dalam firman-Nya QS. Ar Ruum ayat 41, dinampakkannya kerusakan di atas bumi dan di atas lautan, disebabkan perbuatan tangan mereka (perbuatan yang diperintah nafsu dan watak akunya) agar dirasakan menjadi peringatan supaya mereka menjadi sadar untuk kembali (kepada Allah dan rasul-Nya). Dan ternyata dengan berbagai kerusakan yang dinampakkan tersebut tetap saja tidak terjadi perubahan besar-besaran tentang kesadarannya, tetap tidak peduli dengan mengadanya kebenaran Hak Mutlak-Nya Allah Swt, mati rasa, maka sunnatu al awwalin-lah yang terjadi. Pelenyapan terhadap semua yang batal, sebagaimana maksud firman Allah dalam QS. Faathir ayat 15, 16 dan 17.

Dan yang diselamatkan oleh Allah dari pelenyapan ini adalah mereka yang menegakkan dan mengamalkan Hak Mutlak-Nya Allah Swt. Yaitu mereka yang penuh kesadaran, bersungguh-sungguh melaksanakan Dawuh Guru dengan benar dan ikhlas.