Dengan berkah dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh niat suci kang kahesti, luhur kang ginayuh, meskipun ternyata untuk itu rumpil margane akeh pengorbanane, gedhe cobane abot sanggane, adoh jero lembut tebane, sampurno wusanane (apabila dijalani dengan sabar tawakkal madep mantep tut wuri Guru (Wasithah).
Lahir adalah ayang-ayang batin.
Apabila yang menguasai batin itu nafsu dan watak akunya, penuh dengan bisikan-bisikan jahat dari bangsa jin dan bangsa manusia yang bersembunyi di dalam dada (QS An Naas), hati nurani roh dan rasanya dikerumuni syaitan, pasti tidak bisa melihat para Malaikat-Nya Allah yang ada di langit. (Laula annasysyayatina yahumuna qulubi ibni Adam layandzuruu ila malakutissamaa’, sabda Junjungan Nabi Muhammad SAW).
Iblis makhluk dari golongan jin. Karena itu mendurhakai perintah Tuhannya. Dengan terang-terangan menentang perintah Allah supaya sujud kepada wakil-Nya yang selalu mengada di bumi-Nya. Manusia yang wujud jiwa raganya dibuat Allah dari setetes mani, ternyata tiba-tiba hanyalah menjadi penentang yang terang-terangan seperti halnya iblis.
Bisikan-bisikan kejahatan yang dimaksud adalah upaya kerasnya jin, syaitan, iblis, dan manusia agar satupun manusia di bumi Allah jangan ada yang mau sujud kepada wakil-Nya.
Dan berhasil dengan gemilang. Karena itu sekiranya tidak ditarik oleh fadhal dan rahmat Allah yang pasti manusia mengikut langkah-langkah syaitan, kecuali sedikit.
Karena itulah Allah membuat dan menjadikan adanya wakil yang mewakili Diri-Nya Yang Al Ghaib untuk menyampaikan ilmu mengenai Ada dan Wujud Diri-Nya Yang Al-Ghaib agar secara nyata dan yakin diketahui, mudah diingat-ingat, diinjen-injen dan dijadikan tujuan tempat kembali.
Dan kepada yang dikehendaki Allah memperoleh izin menerima Ilmu ini, dijadikan rela mentaati wakil-Nya Allah untuk dibersihkan dari semua bisikan-bisikan kejahatan yang biasa bersembunyi di dalam dadanya, supaya hati nurani roh dan rasanya benar-benar menjadi berfungsi. Sama artinya dengan rela mengikuti langkah-langkah para Malaikat-Nya Allah.
Untuk itu maka bersandar Guru yang hak dan sah ini, adalah pedoman dan kunci. Apabila tidak, maka akan ucul digelandang dan diseret oleh wadyabalanya iblis ke tempat mereka.
Telah Ada Petunjuk
Selaku imam saya telah menerima petunjuk bahwa yang empunya cita-cita atas kehendak Allah menyampaikan dawuh dengan katanya bahwa aku sekarang ini telah kundur. Karena itu agar siap-siap melaksanakan kewajiban nata negara. Dan yang ditata adalah bagaimana supaya oleh Allah dibentuk dengan Ilmu Nubuwah ini nyata-nyata menjadi hamba yang merdeka sejati dan sempurna. Proses terbentuknya sebagaimana yang saya jelaskan di atas. Ini adalah sebuah ihtiar. Tercapainya sangat tergantung kepada niatnya masing-masing. Adakah niatnya hijrah kepada Allah dan rasul-Nya ataukah tetap menjadi penuhan nafsu dan watak akunya. Uruk-uruk nasibe dewe-dewe.
Kepada Pengurus Jamaah
Pengurus jamaah, disamping manambah lakon pitukonnya sendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga sampai, adalah juga kepanjangan tangan Imam di tempatnya masing-masing yang selalu berada ditengah-tengah warga jamaahnya.
Karena kepanjangan tangannya Imam, maka jihadunnafsinya harus sungguh-sungguh. Apabila tidak akan sangat mudah diseret nafsu dan watak akunya sendiri.
Apapun yang disampaikan Imam kepada semua warganya adalah murni kehendak Allah, Izin-Nya, dan petunjuk-Nya. Kemudian apabila pengurus yang menjadi kepanjangan tangan Imam ini dalam menata kebersamaan warganya menggunakan pendapatnya sendiri, nggugu benere dewe, ngendel-ngendelake wicarane dewe, sama sekali tidak mau bersandar kepada Imam dan ajarannya, sama artinya dengan menjadi racun. Sama saja dengan menawar-nawarkan dirinya supaya disesatkan oleh syaitan.
Dari masukan yang saya terima, ternyata masih ada saja pengurus jamaah yang oleh karena masih kuatnya nafsu yang menguasainya, melecehkan, ngentahi, drengki srei, anggep, ngendelake akune, dengan gampangnya melanggar sumpah dan janji, bahkan ada yang sampai memperalat Guru untuk kepentingan-kepentingannya. Setelah bersedia menerima janji dihadapan Guru, diingatkan sing ngati-ati lan waspada, lenyap dari perhatiannya.
Oleh karena itu kepada kita semua yang dengan petunjuk Allah telah yakin, nyata dan benar bahwa benarnya beriman kepada Allah itu ma’rifatun wa tashdiqun, selalu mohon kehadirat Allah agar kita semua senantiasa memperoleh berberan, sawab, dan berkah pangestunya Wasithah. Amin.
dalam setiap individu ada sebuah keyakinan dasar tentang ketauhidan atau ketuhanan. dalam satu keyakinan itu ada sebuah dasar sebuah rasa yg menghubungkan seorang hamba pada tuhanya.namun tak semua rasa itu berfungsi denagn baik sesuai hakikat fungsinya yaitu merasakan keberadaan tuhan disetiap nafasnya.adakalanya rasa itu telah terjajah oleh nafsu hingga berubah fungsi yg tadinya hakikat rsa digunakan untuk mersakan keberadaan tuhan kini telah dipkai untuk mersakan dunia.
Mengenai Saya
- nassa_nasrul
- seorang yg berharap jadi hamba yg benar" menghamba yg sejatimnya menghamba kepada yg berhak dihambai yg sekahendak dengan ilahi robbi amiennn.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
nassa